CHARITY 2019 BY PERMIT NINGBO

Jakarta, 13 Februari 2019 Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok (PERMIT) khususnya cabang Ningbo, mengadakan kegiatan bakti sosial atau charity ke salah satu yayasan khusus untuk anak-anak Indonesia yang sedang berjuang melawan penyakit kanker. Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, berlokasi di daerah Cempaka Putih. Bertepatan satu hari sebelum hari kasih sayang, kami meluangkan waktu kami untuk mengunjungi dan berbagi kasih sayang kepada adik-adik dan teman-teman di YKAKI. Tema kami dalam kegiatan bakti sosial ini adalah “SUPER HERO”.

WechatIMG322.jpeg

            Persiapan untuk mewujudkan kegiatan bakti sosial ini diikuti dengan penuh antusias oleh para mahasiswa Indonesia di Ningbo. Kami dari PERMIT Ningbo mengadakan penggalangan dana sukarela bagi yang ingin berdonasi. Para donator mendapat gantungan kunci super hero sebagai bentuk terima kasih karena sudah ikut ambil bagian untuk mensukseskan kegiatan bakti sosial ini. Kami percaya bahwa melakukan hal baik sekecil apapun, akan selalu berguna bagi orang-orang yang membutuhkan. Dengan begitu, para donatur dan semua orang yang turut ambil bagian sudah menjadi “super hero” untuk adik-adik dan teman-teman kita di YKAKI yang membutuhkan.

WechatIMG319.jpeg

            Kunjungan ke YKAKI dihadiri oleh kurang lebih 25 orang mahasiswa Indonesia di Ningbo. Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan di YKAKI selama kurang lebih 2 jam. Kami semua berkenalan dengan adik-adik dan teman-teman disana. Lalu ada game ringan untuk menghibur adik-adik dengan mengoper boneka ke orang di sebelah sampai lagu yang dinyanyikan habis. Semua sangat terhibur dengan memainkan game ini. Setelah itu, adik-adik juga diberi kesempatan untuk menuliskan cita-cita dan harapan mereka diatas kertas berbentuk hati, dan kemudian menempelkannya di pohon harapan yang sudah disediakan oleh PERMITNingbo. Setelah itu, berlanjut ke kegiatan yang paling disenangi, mewarnai super hero. Adik-adik diberi bermacam-macam gambar super hero untuk mereka warnai sesuai dengan kreatifitas mereka. Tidak terasa, kami sudah di penghujung acara. Kami memutuskan untuk bernyanyi bersama adik-adik, dan kemudian mengabadikan moment tersebut dalam sesi foto bersama.

WechatIMG317.jpeg

INDONESIAN SPORTS DAY 2018

(Ningbo, 15/11), Pada tahun ini, mahasiswa Indonesia di Ningbo kembali dihebohkan oleh acara tahunan PERMIT Ningbo, Indonesian Sports Day. Acara ini diselenggarakan pada bulan November lalu, tepatnya pada tanggal 3 November 2018 di Ningbo University untuk tahap penyisihan dan dilanjutkan pada tanggal 10 November 2018 yang bertempat di University of Nottingham Ningbo China untuk tahap semi-final dan final.

Acara ini diramaikan oleh para mahasiswa mahasiswi yang berada di kota Ningbo.

Indonesian Sports Day ini diselenggarakan oleh Permit Ningbo adalah acara yang dibuat khusus untuk mengekspresikan kegemaran para mahasiswa mahasiswi Indonesia dalam seni jasmani. Selain itu dalam mengikuti acara kita dapat menciptakan persahabatan baru dan yang lebih penting adalah untuk bersenang- senang melalui serangkaian kompetisi. ISD juga memberi semangat kepada pelajar Indonesia ke arah yang positif dan menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan sebagai satu identitas, yaitu Indonesia.

ISD terdiri dari beberapa perlombaan yaitu basket, bulu tangkis, dan futsal tahun ini acara juga semakin dimeriahkan dengan hadirnya Fun games yaitu pertandingan Bola Voli dan Catur ke dalam susunan acaranya.

Sebelum acara dimulai, para peserta dan penonton berkumpul di lapangan basket Ningbo University  untuk mengikuti upacara pembukaan Indonesian Sports Day 2018 dan doa bersama. Upacara dilaksanakan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sosialisasi pemilu oleh PPLN shanghai, sambutan dari ketua Permit Ningbo Julius Sulaiman dan juga doa untuk kelancaran acara.

Pertandingan- pertandigan di dalam ISD berlangsung dengan lancar, walaupun ada beberapa kendala kecil, acara pun tetap berlangsung hingga akhir. Alhasil, acara ini dapat membuahkan pemenang-pemenang Indonesian Sports Day 2018!

Tak lupa sebagai pelengkap acara, Warung Indonesia dari PERMIT Ningbo hadir untuk mengunggah selera lewat makanan khas Indonesia yang telah dipersiapkan. Pada hari kesatu, permainan dilengkapi dengan aroma Nasi rames yang menggiurkan. Tidak cukup sampai situ, hari kedua diisi dengan aroma Indomie dengan ayam bumbu salted egg.

Komunitas budaya Indonesia di Ningbo yang bernama Djas Merah juga menyediakan berbagai makanan Indonesia dengan harga paket yang terjangkau seperti Nasi gila dan Nasi ayam keju.

Acara ditutup di Nottingham dengan sepatah dua kata dari ketua PERMIT Ningbo, Julius Sulaiman dan diteruskan dengan penyerahan hadiah berupa piala/medal bagi para pemenang. Tidak lupa untuk melakukan prosesi foto bagi para pemenang ajang lomba olahraga tahun ini.

KESUKSESAN NINGBO RACE 2018 ; WE ARE BACK!

(Ningbo,2018)

Sebagai acara tahunan PERMIT Ningbo yang paling ditunggu-tunggu, Kini Ningbo Race telah hadir kembali dengan konsep baru yang pastinya tidak kalah seru! Mengangkat tema “Gather the 12 Chinese Zodiacs”, Ningbo Race tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terutama di puncak acara nya, yaitu final game dimana para peserta harus mencari koin-koin berkarakter zodiak yang disembunyikan sambil bersembunyi agar name tag mereka tidak dirobek oleh pihak musuh. Apabila name tag mereka berhasil dirobek, mereka harus kembali ke “Safe zone” dan tidak boleh ikut dalam permainan lagi. Setiap koin yang ditemukan dan name tag yang dirobek memiliki poin-poin berharga yang dapat membantu mereka memenangkan perlombaan.

Diselenggarakan pada tanggal 31 Maret 2018, perlombaan ini berjalan dengan sukses dan dua kelompok berhasil muncul sebagai pemenang. Siapakah mereka?

Juara 1 – TIM TERSERAH (Arvin Andhika, Brian Jie, Denny Guna, Hansel Geraldin) memperoleh hadiah sebesar Rp. 1.600.000 dan baju bagi setiap anggota.

Juara 2 – TIM KOPET HOI (Edbend Jostan, James Olivier, Jennifer Leslie, Nico Christiansen) memperoleh hadiah sebesar Rp. 300.000 dan baju bagi setiap anggota.

Dipimpin oleh Julius Sulaiman dan Jessica Olivier selaku ketua dan wakil ketua acara, Ningbo Race 2018 hadir bukan hanya dengan konsep yang berbeda, tetapi juga permainan yang unik dan menyenangkan. Ingin intip keseruan perlombaan? Yuk terus ikuti bacaan ini.

Acara dimulai dengan mengumpulkan peserta di sebuah lokasi dimana setiap tim akan dipertemukan dengan satu pembina yang akan membimbing mereka selama perlombaan berlangsung. Di lokasi tersebut, mereka dibagikan rompi dan melakukan sesi foto bersama. Tidak lupa, Gadget yang mereka miliki harus disita dan dititipkan kepada pembina hingga lomba berakhir.

M

Setelah itu, setiap tim akan diberikan peta yang akan membantu mereka mencari jalan menuju 5 pos berbeda yang telah ditetapkan. Di setiap pos telah disediakan tantangan yang harus dihadapi peserta agar mereka bisa bergerak ke pos selanjutnya. Tim yang menang dari setiap pos akan mendapatkan poin terbesar dan petunjuk untuk permainan di final game nanti.

sd.jpg

Setelah melewati tiga pos, peserta diberi istirahat satu jam untuk mengisi perut dengan makan siang yang telah disediakan panitia.

sdsd.jpg

Setelah semua tantangan di pos telah dilewati, semua peserta berkumpul di lokasi Final Game dan berisap-siap untuk memulai perlombaan yang sesungguhnya. Hanya dalam hitungan detik, perlombaan menjadi sengit dan setiap tim berambisius untuk memenangkan perlombaan!

Setelah final game berakhir, para peserta dan panita berjalan ke rumah makan untuk makan malam bersama. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah yang menandakan akhir dari Ningbo Race 2018!

Sejak dua tahun yang lalu, Ningbo Race telah hadir bukan hanya untuk menjadi sarana hiburan bagi orang Indonesia yang ada di Ningbo, tetapi juga untuk membangun suasana kekeluargaan diantara para peserta dan panitia walaupun mereka berasal dari angkatan dan kampus yang berbeda. Permit Ningbo pun ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada peserta yang telah berpartisipasi dalam acara ini, karena kami tahu tanpa kalian, Ningbo Race 2018 tidak akan sukses.

Selamat Ningbo Race 2018, Sampai bertemu lagi di tahun selanjutnya!

(ENGLISH)

NINGBO RACE 2018 IS A SUCCESS ; WE ARE BACK!

As the most anticipated annual event of PERMIT Ningbo, Now Ningbo Race has made its comeback with a new and exciting concept!

Raising the theme of “The 12 Chinese Zodiacs”, This year Ningbo Race is different from the previous years, especially on the peak of its event “The Final Game” where the participants must search for the hidden zodiac coins that was hidden all around the place while hiding to avoid their enemies from tearing their name tag at the back of their vest. If their name was successfully torn, they must return to the safe zone and were not allowed to participate in the game anymore. Every coin that was found and name tag that was torn had valuable points that can help them win the race.

Held on March 31, 2018 the race went on successfully and two groups emerged victoriously as the winners of Ningbo Race 2018! Who are they?

1st Winner – TEAM TERSERAH (Arvin Andhika, Brian Jie, Denny Guna, Hansel Geraldin) with a reward of Rp. 1.600.000 worth of money and clothes for each member.

2nd Winner – TEAM KOPET HOI (Edbend Jostan, James Olivier, Jennifer Leslie, Nico Christiansen) with a reward of Rp. 300.000 worth of money and clothes for each member.

Led by Julius Sulaiman and Jessica Olivier as the project and vice project leader of the event, Ningbo Race 2018 came with not only different concept, but also unique and fun games. Are you curious about the race? Keep reading this!

The event started by gathering participants in a location where each team met its supervisor who will guide them during the race. At the venue, the participants were given vests with different colors based on their team. Gadgets were not allowed during the race, so each team supervisor should be responsible for their participants’ mobile phones. Not to forget, They took pictures before the race started!

During the race, Each team will be given a map that will help them to reach 5 different posts. A challenge have been prepared at each post and each participant were required to face the challenge in order for them to move to the next round. The winning team in each post will get the biggest mark and an additional prize ; a clue for the final game.

After passing three rounds, the participants could rest for one hour. Lunch were also prepared by the committee.

When all of the team have succeeded in all five posts, it is finally time for the most awaited part, The final game! All the participants gathered at the final location and prepare themselves to start the real race. In just the count of seconds, the race got tense. Everybody were so ambitious to win! Here are some pictures from the final game :

After the final game ended, all of the participants and committee members walked to a restaurant and had dinner together. The event was closed with the announcement of the winners which marked the end of Ningbo Race 2018.

Since two years ago, Ningbo Race has existed not only as a form of entertainment for Indonesian students at Ningbo, but also to build a friendly atmosphere for everyone ; the participants and  committee members even though they came from different badges and campuses. As one big family of PERMIT Ningbo, We would like to express our greatest gratitude to everyone who have participated in this event, because we know without you guys, Ningbo Race 2018 will not turn out successfully.

So, congratulations Ningbo Race 2018, See you next year!

 

KEMERIAHAN INDONESIAN SPORTS DAY 2017

KEMERIAHAN INDONESIAN SPORTS DAY 2017

(Ningbo, 2018), Seperti tahun sebelumnya, Para pelajar Indonesia di Ningbo kembali dihebohkan dengan acara olahraga tahunan terbesar di Ningbo, Indonesian Sports Day (ISD) yang diselenggarakan pada bulan November lalu, tepatnya pada tanggal 4 November 2017 di Ningbo University dan dilanjutkan pada tanggal 11 November 2017 yang bertempat di Nottingham Ningbo University untuk tahap Final dan Semi-Final.

Indonesian Sports Day diselenggarakan dan dipimpin oleh Wilsen Kusuma selaku koordinator dan diramaikan oleh peserta dan penonton Indonesia yang berasal dari dua universitas besar di kota Ningbo yaitu Ningbo University, atau yang lebih akrab disapa Ningda dan Nottingham Ningbo University. Acara ini merupakan ajang kompetisi yang berperan sebagai wadah bagi pelajar Indonesia di Ningbo untuk menyalurkan semangat mereka ke arah yang positif dan menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan sebagai satu identitas, yaitu Indonesia.

Selain melombakan Basket, Badminton, dan Futsal, ISD tahun ini menambahkan Ping Pong ke dalam susunan acaranya. Lomba pun diselingi Fun Games yang dilaksanakan pada hari kedua ditengah perubahan waktu dari Semi-Final ke Final. Seperti namanya, permainan ini hanyalah “Just for Fun” sesaat untuk mencairkan suasana kompetitif diantara para peserta.

Tema Fun Games tahun ini  diadaptasi dari permainan tradisional “Benteng-Bentengan”,  permainan masa kecil yang ditujukan kepada para peserta dan penonton ISD untuk menunjukan bahwa walaupun mereka berada di era globalisasi, mereka tetap bisa menikmati dan menghargai permainan yang dahulu sempat menjadi bagian dari mereka.

Sebagai pelengkap penting acara, Warung Indonesia PERMIT Ningbo tidak lupa hadir untuk mengggugah selera lewat makanan khas Indonesia yang telah dipersiapkan. Pada hari kesatu, permainan dilengkapi dengan aroma Indomie goreng dan pisang goreng keju. Tidak cukup sampai situ, hari kedua diisi dengan aroma Ayam Penyetan khas Indonesia yang dilengkapi dengan sambal terasi dan bakso goreng.

Komunitas budaya Indonesia di Ningbo yang bernama Djas Merah juga menyediakan berbagai makanan Indonesia dengan harga paket yang terjangkau seperti Salted egg chicken dan Nasi rendang.

Sebelum acara dimulai, Para peserta dan penonton berkumpul di lapangan basket Ningda untuk menyaksikan upacara pembukaan Indonesian Sports Day 2017. Upacara dilaksanakan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pidato dan pemotongan tali oleh wakil ketua PERMIT Ningbo, Adrian Handojo.

Permainan berlangsung dengan sangat lancar dan membuahkan pemenang-pemenang Indonesian Sports Day 2017!

Terdapat empat pemenang dari empat kategori , dan mereka adalah : Kelompok Via Vallen yang beranggotakan Andreas Odang, Michael Odang, Fauzano, Gideon Edwin, Michael Tanoto, Davin DW, dan Bryan Sumarno untuk kategori Futsal. Kelompok Blonde Petite yang beranggotakan Yonathan Santoso, Billy Fanady, James Olivier, dan Timothy Pratama untuk kategori Basket.

Selanjutnya, kategori Badminton dimenangkan oleh Michael Adi dan Setiawan Hananta. Sedangkan kategori PingPong dimenangkan oleh Daniel Malachi.

Acara ditutup di Nottingham dengan sepatah dua kata dari ketua PERMIT Ningbo, Stephanie Danielle dan diteruskan dengan penyerahan hadiah berupa Trophy/medal bagi para pemenang, dan tidak lupa untuk foto-foto!

Hadir sejak 2013, Indonesian Sports Day telah berkembang dalam berbagai aspek berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam mewadahi sesama Indonesia dalam menyalurkan minat mereka dalam berolahraga. ISD tahun ini telah menunjukan perkembangan yang positif, baik dalam penambahan kategori olahraga, dan hal-hal kecil lainnya. Meskipun tidak luput dari kesalahan, usaha dan kontribusi para peserta dan penonton sangat berperan dalam kesuksesan acara ini. Oleh karena itu, PERMIT Ningbo ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi dan kontribusi yang telah diberikan. Kami tahu bahwa tanpa kalian, ISD 2017 tidak akan dapat terwujudkan.

Oleh karena itu, mari kita sama-sama membangun ISD untuk Indonesia yang lebih baik lagi! 😊

 

(English)

THE HYPE OF INDONESIAN SPORTS DAY 2017

(Ningbo,2018) Just like the previous years, Indonesian students in Ningbo were thrilled with the biggest annual sporting event in Ningbo, Indonesian Sports Day (ISD) that was held in November, precisely on November 4, 2017 at Ningbo University continued on November 11,2017 at Nottingham Ningbo University for the Final and Semi-Final stages.

Indonesian Sports Day was led and organized by Wilsen Kusama as the Project Leader and was  enlivened with major participants coming from two top universities in Ningbo which are Ningbo University, which is also commonly known as Ningda and Nottingham Ningbo University. This event is a competition that serves as a place for Indonesian students in Ningbo to channel their energy in a positive way and become a medium to foster the sense kinship as one identity, namely Indonesia.

Besides Basketball, Soccer, and Badminton , this year’s ISD added Ping Pong as a new category of the competition. The event was also completed with a “fun game” that was played at the second day during the transition time from Semi Final to Final. Just like its name, this game is “Just for Fun” and serves as an ice breaker during the competitive atmosphere between the participants.

The theme of this year’s fun game is adapted from an Indonesian traditional game , “Benteng-Bentengan” which is commonly played by Indonesian kids. The aim of putting up this game in the event is to show the participants and audience that even though we live in a globalized era, we can still enjoy a traditional game and it is important for us to appreciate it.

As an important complement to the event, Warung Indonesia PERMIT Ningbo participated throughout the event and were always ready to fill up hungry bellies through delicious Indonesian foods they have prepared. On the first day, they sold “Indomie goreng” (Indonesian fried instant noodle) accompanied with Indonesian fried banana filled with tender cheese inside. The second day of the game was filled with the aroma of “Ayam Penyetan” (rice with Indonesian styled chicken) accompanied with “terasi” (Chili paste) and fried meatballs.

In addition to that, The Indonesian Cultural Community in Ningbo, “Djas Merah” also provide variety of Indonesian foods with affordable package prices such as salted egg chicken and Nasi Rendang (Rendang with rice).

Before the event began, Participants and audience gathered at Ningda Basketball court to witness the opening ceremony of Indonesian Sports Day 2017. The ceremony was undergone by singing the national anthem of Indonesia continued with ribbon cutting and a brief speech by the vice leader of PERMIT Ningbo, Adrian Handojo.

The game ran smoothly and led us to the winners of Indonesian Sports Day 2017!

There are four winners from four categories, and they are : The Via Vallen group composed of Andreas Odang, Michael Odang, Fauzano, Gideon Edwin, Michael Tanoto, Davin DW, and Bryan Sumarno for the Soccer category. Blonde Petite group consisting of Yonathan Santoso, Billy Fanady, James Olivier, and Timothy Pratama for the Basketball category.

Furthermore, The Badminton category was won by Michael Adi and Setiawan Hananta. While the Ping Pong category was won by Daniel Malachi.

The event was closed at Nottingham with a few words from Stephanie Danielle, The leader of PERMIT Ningbo and winners were given trophy/medal then they took pictures together as a mark of their victory.

Held since 2013, Indonesian Sports Day has grown in various aspects trying to give the best in accommodating Indonesians in developing their interest in sports. This year, ISD has shown positive development by adding a sport category, and also other aspects. Although some mistakes were still made, the effort and contributions of the participants and audience play a great role in the success of this event. Therefore, PERMIT Ningbo would like to express the greatest gratitude for the contribution that has been given. We know that without you guys, ISD will not went smoothly.

So Let us build ISD together, for a better Indonesia! 😊

Ningbo Race 2016 & 2017 - Mei 2016 & Maret 2017

Menjujung tinggi visi dan misi organisasi PERMIT Ningbo sebagai suatu organisasi non-profit dengan tujuan utama untuk mempersatukan jiwa Indonesia di kota Ningbo negara Tiongkok ini, memperlihatkan berbagai macam acara/event yang sangat membangun kesatuan dan keakraban tersebut. Salah satu event besar yang sangat berdampak dalam mencapai tujuan tersebut adalah “Ningbo Race”. Acara ini diselengrakan dan dipimpin oleh Jenny Widjaja selaku Ketua PERMIT tahun 2016/2017 yang pada waktu tersebut masih menjabat sebagai salah satu panitia divisi Event. Bersumber dari reality show Korea yang ternama yaitu “Running Man”, acara ini diselenggarakan dengan menggunakan beberapa peraturan dan game dari show tersebut yang telah dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan peserta. Acara ini, tidak lepas dari visi-misi PERMIT yang bertujuan untuk memperdekatkan hubungan murid-murid Indonesia di Ningbo yang tersebar di beberapa universitas seperti; University of Nottingham, Wanli University, Ningbo University of technology, dan Ningbo University.

 

Peraturan Ningbo Race ini sangat sederhana, setiap peserta diminta untuk mebuat tim atau group yang berangota 3 orang. Kemudia, setiap tim diberikan sebuah petujuk dan sejumlah uang dengan tujuan untuk berkumpul di “Meet Up Point” yang telah ditentukan. Selanjutnya di “Meet Up Point” tersebut, setiap tim dibawahi oleh satu panitia diberikan petunjuk untuk melanjutkan petualangan dan perjalanan ke pos-pos dan base-base yang tersebar di pusat kota Ningbo. Pusat kota Ningbo mencakup Tianyi, Chenghuang Miao, dan Heyi. Tambahan peraturan seperti larangan menggunakan handphone atau gadget komunikasi lain, menambahkan ketatnya persaingan dalam event ini. Di setiap base atau pos ini telah disediakan suatu mini game yang dimainkan dengan cara bersaing. 2-3 tim akan mendapatkan pos yang sama dan akan bersaing demi memenangkan dan mengumpulkan poin. Masing-masing tim akan mengupulkan poin sebanyak-banyaknya dari setiap pos untuk selanjutnya dapat ditukarkan untuk suatu keuntungan ataupun hukuman pada game utama yang sengaja disediakan di akhir permainan. Game utama tersebut dapat dimainkan dengan cara mencabut “name tag” yang di tempelkan kepada bagian punggung dari setiap peserta Ningbo Race ini. Selain itu, game ini juga dapat dimainkan dengan cara mencari huruf yang mengejakan P-E-R-M-I-T. huruf-huruf ini dapat ditemukan di setiap tim (setiap tim akan diberi satu huruf secara acak) dengan cara mencabut name tag musuh. Huruf-huruf tersebut juga dapat ditemukan di jalan-jalan. Dengan area permainan yang cukup luas, pemain dapat bersembunyi, berlari, dan menyusun taktik demi menjatuhkan tim lawan. Ability dan hukuman yang dapat ditukar seperti, bind (mengikat dua peserta yang dituju di bagian tangan), Freeze (menunda waktu start game kepada kelompok yang dituju), dan sebagainya.

 

Pada bulan Mei tahun 2016 lalu, perlombaan Ningbo Race ini diminati dan diikuti oleh 14 tim terhitung dari penjumlahan dari masing-masing universitas yang tersebar di kota Ningbo. Game yang dimulai dari sekitar pukul delapan pagi dan berakhir sekitar pukul 9 ini tentu sangat melelahkan. Tetapi, karena persaingan yang sangat kompetitif dan ambisi dari setiap tim untuk meraih juara, perlombaan ini menjadi sangat diminati oleh parah peserta. Juara akan ditentukan dari tim yang masih bertahan, baik seluruh anggota tim ataupun minimal satu orang dari tim tersebut dan jika adanya kesamaan sisa anggot pada saat game berahir, poin akan diliai dari huruf yang telah terkumpul.  Akibat dari suksesnya acara tersebut, tim PERMIT akan melanjutkan acara atau even ini menjadi tradisi setiap tahunya. Ningbo Race selanjutnya telah dipersiapkan dan akan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2017, dipimpin oleh Ketua Proyek, James Olivier, dan juga Wakil Ketua Proyek, Christian Henokh. Acara Ningbo Race tahun ini telah dirancang dengan konsep yang mirip seperti Tahun Ningbo Race tahun lalu tetapi ditambahkan oleh konsep-konsep games baru dan seru pastinya!

 

Penulis: Michael Adi