Pada tanggal 4 Febuari tahun 2017, Persatuan Mahasiswa di Tiongkok cabang Ningbo mengadakan acara charity kepada Rumah Ruth yang berlokasi di Bandung, Indonesia. Rumah Ruth merupakan sebuah tempat singgah dimana wanita yang merupakan korban dari seks bebas ataupun seks di luar nikah yang menyebabkan mereka untuk hamil dapat dibantu selama masa kandungannya, dengan begitu menghindari aborsi. Rumah Ruth juga bertujuan untuk membantu ibu-ibu hamil tersebut agar mereka mendapat bantuan yang mereka butuhkan untuk melahirkan kandungan mereka dengan selancar mungkin, dengan demikian sang anak dapat dilahirkan dengan benar dan dengan kondisi normal. Rumah Ruth juga membantu membimbing para calon ibu untuk menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya di masa depannya lagi. Adapun ibu-ibu yang menganggap dirinya tak sanggup untuk mengasuh anaknya dengan benar di masa depannya, Rumah Ruth juga dapat membantu dengan cara mencarikan calon-calon orang tua baru yang sanggup mengadopsi anak dari ibu tersebut. Rumah Ruth pertama dicetuskan oleh bapak Charles Wong dan Ibu Devi Sumarno. Mereka tergerak untuk melakukan pekerjaan sosial ini karena sebelum mereka menjalin hubungan bersama, mereka bersama-sama membantu temannya yang hamil di luar nikah di tahun 2007. Semenjak itu, mereka telah terus membantu ibu-ibu yang memiliki kasus yang serupa hingga sekarang. Adapun wanita yang sedang dalam proses pembimbingan di Rumah Ruth berusia dari 14 hingga 35 tahun. Pekerjaan mulia yang mereka lakukan pun tak terlewatkan begitu saja oleh masyarakat. Pada tanggal 22 Juli 2016, acara televisi terkenal dari MetroTV berjudul “Kick Andy” berkunjung ke lokasi Rumah Ruth.

PERMIT Ningbo mengadakan acara charity tahun ini di Rumah Ruth dikarenakan PERMIT Ningbo bertujuan untuk menaikan kesadaran masyarakat tentang bahayanya seks bebas atau seks diluar nikah. PERMIT Ningbo juga ingin memberi dukungan kepada Rumah Ruth, walau berupa materi ataupun rohani. Dalam bentuk materi, PERMIT Ningbo menggalangkan dana dengan cara meminta sumbangan berupa dana kepada masyarakat, yang disosialisasikan dengan cara pembuatan poster charity PERMIT bertemakan Rumah Ruth. PERMIT Ningbo juga menyumbangkan dana dengan cara membuat merek baju berjudulkan PADI, yang dijual kepada para mahasiswa di Ningbo. Keuntungan dari penjualan baju-baju tersebut disumbangkan kepada dana amal. Adapun dana yang telah terkumpul digunakan untuk membelanjakan kebutuhan-kebutuhan pokok yang diperlukan Rumah Ruth, dan juga perlengkapan dan kebutuhan yang diperlukan bayi-bayi yang sedang dalam perawatan di Rumah Ruth, seperti susu formula, botol susu, dan sebagainya. Sedangkan bantuan dari PERMIT Ningbo yang berupa rohani adalah dukungan untuk para ibu-ibu hamil yang sedang dalam naungan Rumah Ruth yang baru-baru saja ini menjadi korban free-sex untuk tidak putus asa, dan menunjukan kepada mereka bahwa masih banyak orang diluar sana yang mendukung pilihan mereka untuk tidak mengaborsi kandungan mereka, melainkan untuk melahirkannya.

Acara charity di Rumah Ruth yang diadakan tanggal 4 Febuari 2017 ini dimulai dengan para anggota PERMIT Ningbo yang hadir pada hari tersebut mengikuti perayaan ulang tahun seorang bayi yang juga bertanggal di hari yang sama. Setelah itu acara dilanjutkan dengan adanya sesi berbicara dengan ibu-ibu yang hamil yang berlokasi di rumah sebelah rumah para bayi. Acara dipimpin oleh mantan ketua PERMIT tahun lalu, Raynaldo Aprillio. Sesi ini dimulai dengan permainan ice breaking dengan tujuan mendekatkan dan menhilangkan kecanggungan antara peserta dan panitia PERMIT. Lalu acara dilanjuti dengan sesi perbincangan antara panitia PERMIT dan para ibu-ibu hamil, seperti kesan dan pesan atas pengalaman mereka di rumah Ruth dan juga pesan-pesan untuk ibu-ibu hamil.

Demikian kami PERMIT Ningbo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur

Andre

Darren Kirana

Ersha Aditya

Febriandianto Prabowo

Gabriela Suarez

Ian Giovani

Jakarta Label

Twina

Twini

凌少青

dan beberapa orang anonimus

Yang telah ikut berpartisipasi dalam acara tersebut yang telah membantu donasi sejumlah Rp. 4,693,165.00 / RMB 2,415.75.  Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dan Tuhan memberkati.

Penulis: Leonard Tandika